3 Analisa Penting Sebelum Membeli Saham

Sebagai pemula dalam dunia saham, mungkin bagaian terpenting dan mungkin terumit adalah setelah saya tau cara membeli saham, kemudian saham apa yang harus saya ambil? Dari ratusan emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia tidak mungkin semuanya adalah kandidat layak beli, karena memang bukan semua perusahaan punya kondisi fundamental yang sama bagusnya, ataupun punya kondisi markoekonomi yang tepat saat kita mau masuk ke market. Bahkan nama besar perusahaan seperti Mandiri BMRI, BBRI, atau saham blue chip lainnya belum tentu menjamin anda mendapatkan profit besar. Malah-malah kalau anda terbuai dan percaya saja dari gosip para ‘ahli’ di luar sana, anda bisa bisa jadi rugi seperti yang dialami banyak pemula. Akhirnya mereka jera dan tak mau lagi bermain saham 😀

Saya punya 3 tips penting yang mungkin akan membantu anda sekalian dalam memilih saham mana yang layak anda beli:

ihsg

Analisa Teknikal Untuk Ketahui Timing Masuk

Anda mungkin bisa mulai dari mencari list perusahaan bluechip yang masuk daftar LQ45, lalu dari situ anda tinggal seleksi satu persatu dengan cara masuk software analisa saham anda, lalu lihat trendnya berdasarkan MACD, dan moving average. Berhubung kita di Indonesia, kita cuma bisa untung dari kondisi LONG (beli rendah – jual tinggi). Jadi, anda harus lihat saham mana saja dari yang terbaik tadi sedang dalam kondisi kurang mengenakkan alias harga rendah. Dan bisa jadi kalau harganya murah, ini adalah timing yang terbaik untuk masuk market. Sebaliknya, orang malah masuk saham karena gosip dan melihat harganya tinggi dan juga ingin ikut masuk. Hahaha..padahal apa yang terjadi setelah mereka masuk, harga justru jatuh karena sudah terlalu banyak investor yang masuk sebelumnya dan mereka malah membuat demand terhadap saham tersebut makin tinggi dan akhirnya pasar pun jenuh, harga pun melorot, dan trader tukang ikut-ikutan tadi pun kecewa. Jadi intinya, cari saham yang masih dalam trend rendah. Lalu kita masuk ke poin nomor 2

 

Analisa fundamental untuk cari perusahaan bermutu

Kadang bagian terberat saat anda masih belajar main saham adalah ketidakpahaman anda akan indikator fundamental mana yang harus anda lihat. Saran saya simpel saja lihat PER (price to earning ratio), EPS (earning per share), dan ROE (Return on equity). Itu sudah cukup menggambarkan secara umum performa perusahaan tersebut. Kalau anda mau lebih teliti, bisa juga lihat balance sheet nya dan cash flow untuk lihat perkembangan keuntungan perusahaan mereka dari tahun ke tahun. Untungnya karena anda sudah lakukan teknikal analysis tadi, anda tidak harus ribet menyeleksi ratusan saham, paling tinggal 5-10 saja dan itu tidak akan memakan waktu lama paling beberapa hari. Tujuan dari analisa fundamental adalah mencegah kita untuk tidak beli kucing dalam karung, kita mau buang perusahaan yang berpotensi rugi dan tidak punya prospek. Berhubung juga kita pilih list dari LQ45 tadi, maka kandidat kita sebenarnya sudah cukup bagus.

Rekomendasi saham dari Ahli

Ini adalah cara termudah, dan pernah saya gunakan beberapa tahun lalu. Hanya saja untuk mendapatkan rekomendasi saham dari expert, adalah hal yang berbayar. Hehehe..Paling sekitar 1 juta per tahun, yang menurut saya sangat murah (cuma sekitar 100 ribu per bulan). Biasanya jasa ini disebut juga stock picking kalau di luar negeri sana. Satu yang harus anda ingat, apapun keputusan akhir adalah tanggung jawab anda sendiri sebagai trader/investor, bukan para ahli tersebut. Setiap kali anda sudah mendapatkan calon saham yang bagus, anda masih harus tetap riset sendiri ke analisa teknikal dan fundamental. Saya lebih suka cara ini karena ga ribet dan juga dapat analisa ekonomi gratis. hehe..

Demikian 3 tips jitu cara membeli saham yang baik dari saya. Ada komen, pendapat, tidak setuju? Silakan ditulis saja 🙂

Writen by